5. Pencegah Kesalahan
Pencegah kesalahan adalah prinsip desain yang berfokus untuk menghilangkan kondisi yang rawan kesalahan atau memeriksa tindakan pengguna sebelum mereka mengeksekusinya. Alih-alih hanya memberikan pesan error yang cantik, sistem harus dirancang agar pengguna sulit atau mustahil untuk melakukan kesalahan sejak awal.

Implementasi di Dunia Nyata: Konsep Poka-yoke
Prinsip mencegah kesalahan sebelum terjadi bukanlah hal baru. Di dunia industri manufaktur, konsep ini dikenal dengan nama Poka-yoke (anti-salah), yang dikembangkan oleh insinyur Toyota, Shigeo Shingo. Filosofinya sederhana: rancanglah produk yang menolak untuk digunakan secara salah. Contoh dari produk yang menggunakan prinsip ini adalah baterai ponsel atau kamera anda; desain fisiknya yang unik menjamin Anda tidak akan bisa memasangnya terbalik, meskipun Anda sedang terburu-buru.
Penerapan pada Antarmuka Digital
Pada desain antarmuka aplikasi, desainer haruslah merancang antarmuka untuk dapat membatasi pilihan yang tidak logis. Misalnya saat memesan tiket pesawat, kalender akan otomatis menonaktifkan (mengabu-abukan) tanggal-tanggal yang sudah lewat. Sistem secara aktif mencegah pengguna melakukan kesalahan memilih tanggal kemarin.
Contoh lainnya adalah mekanisme konfirmasi pada kolom isian kata sandi (password). Karena karakter kata sandi biasanya disembunyikan demi keamanan, risiko salah ketik sangat tinggi. Sistem meminta pengguna memasukkan kata sandi dua kali untuk memastikan bahwa input pertama dan kedua identik, mencegah pengguna membuat akun dengan kata sandi yang salah tanpa disadari.
Analogi Keselamatan Penerbangan
Mekanisme konfirmasi ganda pada kata sandi tersebut mirip dengan prosedur keselamatan di dunia penerbangan yang dikenal sebagai read-back. Di lingkungan berisiko tinggi ini, pemahaman yang salah bisa berakibat fatal. Saat Menara Pengawas (ATC) memberikan instruksi, seperti: "Garuda 123, naik ke ketinggian 30.000 kaki dan berbelok ke arah 270," pilot tidak cukup hanya menjawab "Oke". Standar prosedurnya adalah pilot wajib mengulangi kembali instruksi tersebut secara verbatim untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman sebelum tindakan dieksekusi.