2. Kesesuaian antara Sistem dan Dunia Nyata
Prinsip ini menyatakan bahwa sebuah desain harus menggunakan terminologi yang sudah dikenal oleh pengguna. Untuk keperluan tersebut gunakanlah kata-kata, frasa, dan konsep yang familiar bagi pengguna, bukan jargon internal yang sulit dipahami. Dengan mengikuti Ikuti konvensi dunia nyata, membuat informasi muncul dalam urutan yang alami dan logis
Ketika sebuah desain mengikuti konvensi yang sudah ada dunia nyata dan sesuai dengan hasil yang diinginkan (disebut natural mapping), maka akan lebih mudah bagi pengguna untuk mempelajari dan mengingat cara kerja antarmuka
Implementasi
Salah satu contoh implementasi prinsip ini adalah posisi knob pada kompor dengan kontrol yang sesuai dengan tata letak dari elemen pemanas. Sehingga pengguna dapat dengan cepat memahami kontrol mana yang sesuai dengan elemen pemanas mana. Gambar A dan B menunjukan susunan tungku dan pengendali yang menggunakan pemetaan linier sehingga masih berpotensi membingungkan pengguna. Sedangkan untuk gambar C dan D merupakan contoh yang lebih baik, karena melakukan pengaturan ulang knob atau posisi tungkunya

Pada dunia user interface aplikasi mobile, anda akan menemui desainer membuat form control formulir akan menyerupai dengan panel kontrol yang ada di dunia fisik

Hal yang sama yang ditemui dari prinsip ini adalah pada e-commerce secara konsisten mengadopsi metafora supermarket fisik: memilih barang ke dalam keranjang terlebih dahulu, baru kemudian membayar.