1. Visibilitas Status Sistem

Aturan ini memiliki prinsip utama bahwa sebuah desain harus memberi tahu pengguna tentang apa yang sedang terjadi melalu umpan balik yang tepat dalam waktu yang wajar. Aturan ini penting karena pengguna harus mengetahui status sistem saat ini, sehingga mereka dapat mempelajari hasil interaksi sebelum dan menentukan langkah selanjutnya. Interaksi yang dapat diprediksi akan menciptakan kepercayaan pada sebuah produk. Salah satu contoh implementasi dari prinsip ini adalah adainya indikator "you are here" pada peta mall yang menunjukan lokasi seseorang saat ini.
Prinsip Visibility of System Status mengharuskan sistem memberikan umpan balik dalam waktu yang wajar.Batasan 'wajar' ini secara saintifik didefinisikan melalui Doherty Threshold, yang menyatakan bahwa interaksi ideal harus terjadi di bawah 400 ms. Dan ketika kendala teknis membuat sistem tidak mampu merespons di bawah ambang batas tersebut, desainer wajib menggunakan rekayasa persepsi untuk menjaga visibilitas status
Salah Contoh implementasi Doherty Threshold adalah pada platform seperti Instagram untuk menampilkan skeleton screen saat konten sedang loading.

Gambar. Skeleton Screen Pada Instagram, merupakan salah satu contoh rekayasa persepsi
Selain itu teknik teknik blur up mengoptimalkan load time, terutama untuk gambar (kontributor utama waktu loading berlebihan). teknik ini akan memuat versi sangat kecil dari gambar dan menskalanya di ruang tempat gambar yang lebih besar akan dimuat
